<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SMK N 1 PEMAHAN</title>
	<atom:link href="http://smkn1pemahan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smkn1pemahan.wordpress.com</link>
	<description>SMK Bisa...!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Apr 2011 16:42:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smkn1pemahan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SMK N 1 PEMAHAN</title>
		<link>http://smkn1pemahan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smkn1pemahan.wordpress.com/osd.xml" title="SMK N 1 PEMAHAN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smkn1pemahan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Budidaya Jagung Manis (sweet corn)</title>
		<link>http://smkn1pemahan.wordpress.com/2011/04/05/budidaya-jagung-manis-sweet-corn/</link>
		<comments>http://smkn1pemahan.wordpress.com/2011/04/05/budidaya-jagung-manis-sweet-corn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 16:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smkpemahan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smkn1pemahan.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman jagung (Zea mays L.) berasal dari benua Amerika. Menurut Linnaeus dalam Warisno (1998), klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut: Divisio           : Spermathophyta Subdivisio      : Angiospermae Kelas             : Monocotyledonena Ordo              : Graminae Famili            : Graminaceae Subfamilia     : Ponicoidae Genus            &#8230; <a href="http://smkn1pemahan.wordpress.com/2011/04/05/budidaya-jagung-manis-sweet-corn/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1pemahan.wordpress.com&amp;blog=20455085&amp;post=72&amp;subd=smkn1pemahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVryXZ-WI/AAAAAAAAAc4/7eApBcrENBw/s1600/jm2.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVryXZ-WI/AAAAAAAAAc4/7eApBcrENBw/s640/jm2.jpg" border="0" alt="" width="371" height="212" /></a></div>
<p>Tanaman <a href="http://bbpp-lembang.info/search/budidaya+jagung+manis">jagung</a> (<em>Zea mays L</em>.) berasal dari benua Amerika. Menurut Linnaeus  dalam Warisno (1998), klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut:<br />
Divisio           : Spermathophyta<br />
Subdivisio      : Angiospermae<br />
Kelas             : Monocotyledonena<br />
Ordo              : Graminae<br />
Famili            : Graminaceae<br />
Subfamilia     : Ponicoidae<br />
Genus            : Zea<br />
Species          : Zea mays L.<br />
<a href="http://3.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVhWIETvI/AAAAAAAAAcw/L2a-M5v7-Ns/s1600/jm3.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVhWIETvI/AAAAAAAAAcw/L2a-M5v7-Ns/s320/jm3.jpg" border="0" alt="" /></a>Bunga  pada tanaman jagung terdiri dari bunga jantan dan bunga betina  yang  letaknya terpisah, sedangkan bunga betina terdapat pada tongkol  jagung.  Biji jagung tersusun dalam janggel adalah tongkol yang dibentuk  pada  bunga betina setelah terjadi pembuahan terjadi perkembangan biji 7  hari  sampai 10 hari, yang pertama perkembangannya lambat.<br />
Suhu yang dikehendaki tanaman jagung berkisar antara 21ºC – 30ºC.  Akan  tetapi untuk pertumbuhan yang baik tanaman jagung khususnya jagung   hibrida suhu yang optimal adalah  23ºC – 27ºC. Suhu sekitar 25ºC akan   mengakibatkan perkecambahan biji jagung lebih cepat dan suhu tinggi   lebih dari 40ºC akan mengakibatkan kerusakan embrio sehingga tanaman   tidak jadi berkecambah.<br />
<a href="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVwzsxSaI/AAAAAAAAAdA/53Fok60mFcs/s1600/jm1.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVwzsxSaI/AAAAAAAAAdA/53Fok60mFcs/s320/jm1.jpg" border="0" alt="" /></a>Kondisi  pH yang baik untuk pertumbuhan jagung hibrida berkisar antara  5,5 –  7,0 dan pH optimal 6,8 terutama pada saat berbunga dan pengisian  biji.  Curah hujan yang normal untuk pertumbuhan tanaman jagung yang  ideal  adalah sekitar 250 mm/tahun sampai 2000 mm/tahun. Jagung hibrida  akan  tumbuh dengan baik di daerah yang ketinggiannya lebih dari 5000 m  di  atas permukaan laut. (Supapto, 1999).<br />
Tanaman jagung sangat bermanfaat  bagi kehidupan manusia ataupun  hewan,  jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi, produksi  jagung  kini dapat dikonsumsi oleh manusia dalam bentuk penyajian, jagung   merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung hidrat arang, yang   dapat digunakan untuk menggantikan (mensubtitusi) beras.<br />
Jagung termasuk tanaman akar serabut yang terdiri dari tipe akar  yaitu  akar dan seminal, akar adventif dan akar udara, seminal tumbuh  dari  radikma dan embiro. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar  ini  dari buku paling bawah. Sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Akar   udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih dari buku terbawah   dekat permukaan tanah.<br />
Batang jagun­g tidak bercabang, berbentuk silinder. Pada buku ruas  akan  muncul tunas yang berkembang menjadi tongkol. Tinggi jagung  tergantung  variates, umumnya berkisar 100 – 300 cm. Daun jagung  memanjang dan  keluar dari buku-buku batang. Jumlah daun terdiri dari  8-48 helaian  tergantung varietasnya. Antara kelopak dan helaian terdapat  lidah daun  yang disebut Ligula, fungsi Ligula adalah mencegah air masuk  ke dalam  kelopak daun dan batang.<br />
Terdapat banyak jenis jagung, seperti:<br />
1  Jagung gigi kuda ( Zea  Mays Indentata )<br />
2  Jagung mutiara ( Zea Mays Indurata )<br />
3. Jagung manis ( Zea Mays Saccharata )<br />
4. Jagung berondong ( Zea Mays Everta)<br />
5. Jagung tepung ( Zea Mays Amylaceae )<br />
6. Jagung polong ( Zea Mays Tunicata )<br />
7. Jagung ketan ( Zea Mays ceratina )<br />
Pada proses tumbuh tanaman jagung dibedakan dalam dua stadia yaitu:<br />
a.   Stadia  vegetatif<br />
Pada stadia vegetatif ini melalui fase kecambah, dilanjutkan dengan   fase pertumbuhan vegetatif, akar batang  daun yang cepat pada akhirnya   pertumbuhan vegetatif menjadi lambat sehingga dinamainya stadia   generatif<br />
b.       Stadia generatif<br />
Pada stadia ini dinamai dengan pembentukan primordia. Proses  pembungaan  yang mencakup peristiwa  penyerbukan dan pembuahan.  Penyerbukan yang  terjadi pada tanaman jagung biasanya dibantu dengan  angin, yaitu dengan  cara menebarkan tepung sari kemudian menjatuhkan  pada tangkai. Letak   bunga jantan dan betina tidak berada di satu  tempat. Bunga jantan pada  ujung batang yang sedang berbunga, sedangkan  bunga betina berada di  pertengahan batang atau tongkol. Perlu dijaga  kemurnian biji dari  varietas yang dibudidayakan dan juga terjadinya  penyerbukan silang pada  tanaman jagung. Proses penyerbukan, tepung sari  tidak harus menempel  pada kepala putik. Karena tangkai putik dapat  menyebabkan proses  penyerbukan tetap berlangsung. Tangkai putik berupa  rambut jagung bila  ditempel tepung sari. Perkembangan dan pertumbuhan  serbuk sari  berlanjut. Proses pertumbuhan merupakan kelanjutan peristiwa   penyerbukan dapat berlangsung selama serbuk sari menempel pada putik.   Kemudian saluran-saluran tangkai putik bertemu sel telur<br />
<strong>Syarat Tumbuh</strong><br />
Curah hujan yang terjadi selama bulan penanaman cukup tinggi sebesar 309   mm dan 501 mm (rata-rata 427 mm/bulan),  nilai curah hujan yang cukup   tinggi apabila dibandingkan dengan distribusi hujan yang ideal bagi   pertumbuhan jagung yaitu 200 mm/bln (Sutoro et al., 1988) dan berpotensi   menyebabkan pencucian pada unsur hara yang terdapat di tanah.<br />
Dalam suatu langkah budidaya ada hal-hal yang perlu diperhatikan   diantaranya syarat tumbuh, adapun syarat tumbuh tanaman jagung yaitu   ketinggian 5-1.200 m dpl, kelembaban 80%, pH 2,3 dan suhu 15 – 20oC.<br />
<strong>Teknik Budidaya</strong></p>
<p><strong>1.       Benih</strong>Peranan benih sangat vital sebelum  memulai budidaya. Benih juga merupakan biji tanaman jagung yang tumbuh  menjadi tanaman  muda. Tanaman muda tersebut menjadi tanaman dewasa yang  dapat  menghasilkan bunga dan berbuah. Mutu benih yang bersifat  kualitas  memegang peranan penting dan peningkatan produksi, mutu benih  meliputi  mutu fisik, genetik fisiologis benih. Beberapa benih jagung  manis yang sudah beredar diantaranya Sweet boy merupakan hibrida, Super  Sweet inbrida dari produsen terkenal Cap Kapal Terbang dan lain-lain.<br />
<strong>2.       Persiapan Lahan </strong><br />
Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi   gembur, sehingga pertumbuhan akar tanaman maksimal. Pengolahan tanah   juga akan memperbaiki tekstur tanah. Adapun tahapan dari pengolahan   tanaman jagung manis, yaitu:<br />
a.  Membuat bedengan dengan lebar 1 m , jarak bedengan 30 m dan  panjangnya sesuai dengan lahan.<br />
b.  Penggemburan ketanah  dengan kedalaman 30 – 40 cm<br />
<strong>3.   Pemupukan Organik dan Non Organik </strong><br />
Pemberian pupuk kandang diberikan sebelum pemasangan mulsa dan   diratakan di atas tanah bedengan. Pemberian pupuk Organik SP 36, ZA, Kcl   dengan perbandingan 1:1:½ berfungsi untuk penyanter tanaman vegetatif,   cara pemupukan dengan meratakan di atas bedengan dengan jarak per 1 m   dan diberikan 100 g.<br />
<strong>4.   Pemasangan Mulsa </strong><br />
Mulsa adalah plastik untuk bedengan, ada 2 warna yang berwarna perak  berada di atas, sedangkan warna hitam di bawah.<br />
Fungsi mulsa:<br />
1         Untuk menekan tumbuhnya gulma<br />
2         Menahan/menjaga kelembaban<br />
3         Mencegah/mengurangi penguapan air<br />
4         Menghemat biaya tenaga kerja dalam penyiangan<br />
5         Memblokir pantulan untuk mengusir hama<br />
6         Fotosintesis lewat pantulan sinar matahari<br />
<strong>5.   Pembuatan Lubang Tanaman </strong><br />
Pembuatan lubang Komoditas untuk tanaman jagung, jarak tanaman 40 –  30  cm., dengan bedengan yang sudah ditutupi dengan mulsa, yang sudah   dilubangi. Setelah itu dilakukan penunggalan sedalam 2 – 3 cm.<br />
<strong>6.    Penanaman </strong><br />
Penanaman di lapangan dilakukan dengan menggunakan benih bukan biji.   Sebelum penanaman benih kita semai terlebih dahulu, dengan cara:<br />
-  Biji disimpan ke pot dengan media: pupuk kandang, arang sekam, selama  7 hari;<br />
-  Beri pupuk organik;<br />
-  Setelah tumbuh 3 – 5 daun, siap ke lahan.<br />
Penanaman dilakukan pada lubang yang sudah diberi pupuk dengan kedalaman   lubang 3 cm dengan jumlah bibit  per lubang tanam sebanyak 2 bibit   kemudian ditutup dengan tanah. Jarak tanam yang digunakan adalah 75 cm x   25 cm.<br />
<strong>7.      Penyiraman</strong><br />
Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari yang bertujuan mencegah   tanaman layu. Apabila musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari.<br />
<strong>8.       Penyiangan </strong><br />
Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma di sekitar tanaman  yang  dilakukan sebanyak 3 kali. Penyiangan pertama dilakukan pada umur  21  hst dengan cara mencabut gulma. Penyiangan ke 2 dilakukan umur 42 hst   dengan menggunakan kored. Yang dimaksud penyiangan adalah membrantas   atau membuang gulma bagi tanaman yang dibudidayakan. Akibatnya daun   menjadi berimbang, cara pengendalian yaitu dengan mencabut rumput-rumput   yang tumbuh di sekitar tanaman guna mengatasi persaingan unsur hara   pada tanaman.<br />
<strong>9     Penjarangan dan Penyulaman </strong><br />
Penjarangan dilakukan 7 hst dengan cara meninggalkan satu tanaman  yang  pertumbuhannya baik. Sedangkan penyulaman dilakukan apabila tanaman   pada lubang tanam tidak ada yang tumbuh atau mati.<br />
<strong>10.    Pembumbunan </strong><br />
Pembumbunan dimaksudkan untuk memperkokoh berdirinya tanaman dan   mendekatkan unsur hara. Pembumbunan dilakukan secara bersamaan dengan   penyiangan ke 2 yaitu pada umur 42 HST.<br />
<strong>11.    Pengendalian Hama dan Penyakit</strong><br />
Untuk mencegah serangan hama pada awalnya pertumbuhan dan tanaman   diberikan insektisida Furadan 3G pada saat tanam sebanyak 20 kg/ha (9   gr/petak) yang di berikan pada lubang tanam. Pengendalian hama   selanjutnya dengan menyemprotkan insektisida decis 2,5 EC dengan   konsentrasi 2 ml/liter, larutan yang diberikan pada umur 20 hst, 27 hst   dan 33 hst.<br />
Adapun penyakit yang menyerang yaitu:<br />
?       Bulai<br />
Penyakit ini terkenal bagi tanaman jagung disebabkan oleh cendawa yang     merajalela, tanaman yang terserang cenderung mengalami kematian.   Penyakit ini di takuti para petani. Cara pengendaliannya; tanaman di   cabut jika terserang lalu dimusnahkan atau disemprot dengan fungisida.<br />
?       Bercak Daun.<br />
Penyakit ini ditemukan di daerah lembab, yang disebabkan oleh Cendawan<br />
Cara pengendaliannya; mengatur kelembaban lahan agar tidak lembab, atau  dengan cara menyemprotkan Pestisida.<br />
?       Karat.<br />
Tanaman ini tumbuh di tanaman yang sudah tua, Penyakit ini disebabkan   oleh cendawan Pucunia songin. Akibatnya: bijinya tidak sempurna. Proses   pembuahan tidak terbentuk. Cara pengendalian: melakukan sanitasi pada   areal penanaman jagung, mencabut tanaman jika terserang, menyemprotkan   fungisida pestisida.<br />
<strong>12.   Pemanenan</strong><br />
Pemanenan dilakukan pada saat tanaman berumur 60 hst yang ditandai   dengan kelobot sudah bewarna kuning, bijinya sudah cukup keras dan   mengkilap, apabila ditusuk dengan kedua ibu jari biji tersebut tidak   berbekas, kadar air biji sekitar 25% – 30%</p>
<p>Sumber : http://goalterzoko.blogspot.com/2010/05/budidaya-jagung-manis.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smkn1pemahan.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smkn1pemahan.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smkn1pemahan.wordpress.com&amp;blog=20455085&amp;post=72&amp;subd=smkn1pemahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smkn1pemahan.wordpress.com/2011/04/05/budidaya-jagung-manis-sweet-corn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/83a94d919302f3e92d72527f87f643c3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smkpemahan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVryXZ-WI/AAAAAAAAAc4/7eApBcrENBw/s640/jm2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVhWIETvI/AAAAAAAAAcw/L2a-M5v7-Ns/s320/jm3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_0UoHiwIFisE/S_PVwzsxSaI/AAAAAAAAAdA/53Fok60mFcs/s320/jm1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
